Sondag, 10 Maart 2013

Memanfaatkan Parabolic SAR dalam Forex Trading



Parabolic SAR adalah sebuah indikator yang biasa digunakan untuk melihat tren yang sedang terjadi dalam forex trading.  SAR sendiri adalah kependekan dari stop and reverse, yang bila diterjemahkan dalam terjemahan bebas akan menjadi berhenti dan berbalik. Pada dasarnya, fungsi dari Parabolic SAR sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan Moving Average, hanya saja, Parabolic SAR menggunakan titik, sehingga apabila dibandingkan dengan Moving Average, yang menggunakan kurva, akan lebih mudah dimengerti dan diterjemahkan.

Dalam Parabolic SAR, jika trend sedang cenderung naik, maka titik Parabolic SAR akan berada di bawah candlestick, sebaliknya, bila tren sedang cenderung turun, maka titik Parabolic SAR akan berada di atas candlestick. Jika tren semakin kuat, maka titik parabolic akan semakin jauh dari titik candlestick. Oleh karena itu, dengan melihat titik – titik Parabolic SAR dan titik – titik candlestick, kita akan bisa melihat posisi bagaimana yang sebaiknya diambil. Akan mnjadi lebih baik bila kita mengkombinasikan Parabolic SAR dengan indikator lainnya.

Parabolic SAR, selain digunakan untuk melihat tren yang sedang terjadi di pasa forex trading, juga bisa digunakan untuk menentukan titik Stop Loss. Stop Loss sendiri berguna untuk melindungi trader dari resiko kehilangan terlalu besar. Dengan Parabolic SAR, kita bisa menentukan titik Stop Loss di awal tren. Titik Stop Loss yang kita gunakan dapat kita sesuaikan dengan settingan Parabolic SAR yang kita bisa gunakan. Settingan Parabolic SAR tersebut bisa trader tentukan sendiri sesuai dengan kebutuhan maupun menggunakan settingan default yang telah tersedia sesuai dengan trading platform yang trader gunakan.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking