Maandag, 11 Maart 2013

Analisa Sudut Pandang dengan Zoom In-Zoom Out



Sering para trader khususnya pemula, bertanya-tanya tentang skala yang tepat untuk melihat chart. Pertanyaan yang terdengar tolol? Tidak juga. Jika menilik secara lebih mendalam, kita akan paham kenapa ada orang yang pilih menganalisa chart dengan soom 100% atau 125% atau bahkan 75%.

Mari kita membuat analogi. Seumpama kita melihat deretan semut yang berjalan beriringan. Jika kita melihat lebih dekat, maka kita akan mengamati semut tersebut dengan lebih jelas. Kita bisa melihat bahwa mereka mempunyai anggota tubuh dan bahwa mereka mengikuti rombongannya. Namun jika kita mengamati terlalu dekat, kita hanya fokus terhadap rombongan semut tersebut tanpa tahu kenapa mereka berbaris menuju arah tertentu. Jika kita ingin mengetahui alasan mereka berbaris, maka kita harus mundur beberapa langkah. Nantinya kita akan melihat hal yang menyebabkan semut tersebut berbaris, misalnya mereka menuju makanan manis.

Begitu pula dengan sikap kita ketika melihat chart. Dengan zoom besar, kita akan melihat detail dari chart tersebut. Sebaliknya dengan zoom kecil, maka kita bisa melihat keseluruhan chart dalam skala besar. Jadi bagaimana? Apa kita harus melihat chart dengan skala besar atau skala kecil? Ini terserah bagaimana anda memilih. Akan lebih baik jika anda melakukan analisa baik dengan skala besar mau pun kecil. Toh, tidak terlalu repot. Anda hanya harus menggerakkan kursor dan melakukan beberapa klik. Memang akan lebih memakan waktu sebab kesannya anda harus dua kali kerja. Tetapi demi hasil analisa yang lebih akurat tentunya hal ini sebanding dengan hasil yang kita dapatkan.

Sondag, 10 Maart 2013

Memanfaatkan Parabolic SAR dalam Forex Trading



Parabolic SAR adalah sebuah indikator yang biasa digunakan untuk melihat tren yang sedang terjadi dalam forex trading.  SAR sendiri adalah kependekan dari stop and reverse, yang bila diterjemahkan dalam terjemahan bebas akan menjadi berhenti dan berbalik. Pada dasarnya, fungsi dari Parabolic SAR sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan Moving Average, hanya saja, Parabolic SAR menggunakan titik, sehingga apabila dibandingkan dengan Moving Average, yang menggunakan kurva, akan lebih mudah dimengerti dan diterjemahkan.

Dalam Parabolic SAR, jika trend sedang cenderung naik, maka titik Parabolic SAR akan berada di bawah candlestick, sebaliknya, bila tren sedang cenderung turun, maka titik Parabolic SAR akan berada di atas candlestick. Jika tren semakin kuat, maka titik parabolic akan semakin jauh dari titik candlestick. Oleh karena itu, dengan melihat titik – titik Parabolic SAR dan titik – titik candlestick, kita akan bisa melihat posisi bagaimana yang sebaiknya diambil. Akan mnjadi lebih baik bila kita mengkombinasikan Parabolic SAR dengan indikator lainnya.

Parabolic SAR, selain digunakan untuk melihat tren yang sedang terjadi di pasa forex trading, juga bisa digunakan untuk menentukan titik Stop Loss. Stop Loss sendiri berguna untuk melindungi trader dari resiko kehilangan terlalu besar. Dengan Parabolic SAR, kita bisa menentukan titik Stop Loss di awal tren. Titik Stop Loss yang kita gunakan dapat kita sesuaikan dengan settingan Parabolic SAR yang kita bisa gunakan. Settingan Parabolic SAR tersebut bisa trader tentukan sendiri sesuai dengan kebutuhan maupun menggunakan settingan default yang telah tersedia sesuai dengan trading platform yang trader gunakan.